Bagaimana Menghentikan Argumentasi dengan Pasangan?



Argumentasi atau perdebatan dalam suatu hubungan, baik itu pacaran atau pernikahan merupakan hal yang normal. Namun apabila terjadi terlalu sering maka dapat membuat hubungan menjadi tidak sehat dan dapat berujung pada perpisahan. Argumentasi yang terlalu sering terjadi dapat membuat lelah secara emosional dan perlahan mengikis kedekatan atau cinta yang ada diantara pasangan.
Apa yang sebaiknya dilakukan oleh pasangan agar argumentasi tidak berulang dan sering terjadi ?

 ♥ Memberikan waktu kepada satu sama lain untuk menenangkan diri beberapa saat jika memang argumentasi telah sulit dihentikan dan sudah mulai emosional. Durasi waktu yang dibutuhkan tergantung pada masing-masing pasangan, dapat saja hanya beberapa menit, namun dapat juga beberapa hari. Yang terpenting adalah kembali membicarakan permasalahannya hingga selesai jika memang situasi telah cukup tenang dan kedua belah pihak dapat berbicara dengan kepala dingin, sehingga tidak menggantung dan akhirnya memunculkan tema argumentasi yang sama. Akhirilah pembicaraan sementara dengan baik-baik dan tidak dalam keadaan marah dan sepakati kapan waktu untuk kembali membicarakan hal tersebut. Hindari meninggalkan pihak lain begitu saja di tengah-tengah argumentasi atau memberikan silent treatment (diam dan mengabaikan). Perilaku tersebut akan sangat melukai dan menimbulkan rasa dendam yang dapat merusak hubungan.

♥ Pada saat memulai kembali pembicaraan, berikanlah kesempatan kepada satu sama lain untuk berbicara hingga selesai tanpa interupsi. Dengarkan penjelasan pihak lain tanpa memberikan komentar atau pertanyaan. Tunjukkan ekspresi yang menyiratkan bahwa anda menghargai pendapatnya dan tidak menghakimi, merendahkan, atau mengabaikan penjelasannya. Setelah ia selesai, kemudian giliran anda yang berbicara dengan nada tenang dan kata-kata yang konstruktif.

 ♥ Pada saat membicarakan permasalahan, fokuskan pembicaraan pada masalah yang saat itu terjadi, bukan menyalahkan pihak lain, apalagi memberikan label negatif. Misalnya menyampaikan bahwa anda kecewa ia kurang meluangkan waktu untuk keluarga, bukan menyalahkannya dengan menyatakan bahwa ia tidak peduli atau tidak bertanggungjawab. Argumentasi biasanya berawal ketika salah satu pihak mulai merasa disalahkan atau diserang secara emosional (misalnya pihak lain menggunakan kata-kata yang menghakimi, merendahkan dan nada tinggi serta ekspresi yang tidak menghargai). Ungkapkan apa yang menjadi permasalahan secara singkat dan jelas sesuai fakta untuk menghindari pihak lain menangkapnya sebagai 'omelan' atau tuduhan.

♥ Hindari mencari siapa yang benar dan salah karena sesungguhnya tidak ada pendapat yang benar atau salah. Gunakan pula kata-kata yang diawali dengan 'aku rasa...', 'aku pikir...', 'menurut aku...' dibandingkan 'kamu kurang...', 'kamu tidak...' supaya terdengar bahwa anda sedang mengungkapkan pendapat dan perasaan anda bukan menghakimi atau menyalahkannya. Hal ini juga mencegah pihak lain merasa defensif atau terlukai. Hindari juga menggunakan kata-kata seperti 'kamu tidak pernah...(label negatif)' atau 'kamu selalu...(label negatif)'.

♥ Saling menghargai pendapat dan perasaan satu sama lain, termasuk menyadari bahwa setiap orang memiliki kelemahan atau kekurangan. Dengarkan apabila pihak lain memiliki pendapat yang berbeda atau tidak setuju dengan penjelasan anda. Ingatlah hal-hal positif yang ia miliki dan lakukan selama ini sehingga anda lebih dapat melihat dirinya dengan respect atau sikap menghargai.Cobalah memahami sudut pandangnya meskipun kita tidak setuju. Argumentasi tidak selalu harus diselesaikan dengan suatu kesepakatan atau suara yang sama. Masing-masing dapat memegang pendapatnya dengan tetap menghargai pendapat pihak lain.

♥ Berusahalah untuk membuat resolusi atau mencari jalan tengah, selama hal yang diperdebatkan bukanlah hal yang prinsipil, maka tidak ada salahnya untuk merendahkan standard atau harapan kita agar dapat mencari jalan keluar yang diterima oleh kedua belah pihak. Dalam hubungan, kita tidak dapat selalu berharap pasangan akan memiliki pandangan dan pendapat yang sama dengan kita sehingga masing-masing harus saling menyesuaikan. Jika memang sulit untuk mencari jalan tengah, kompromi juga ada baiknya apabila argumen hanya menyangkut hal-hal sepele. Mengutamakan hubungan di atas kebutuhan pribadi juga sebaiknya dilakukan apabila anda ingin hubungan anda bertahan lama.

Apabila cara-cara diatas masih belum memunculkan hasil yang lebih baik, maka pasangan dapat melakukan konseling agar dapat difasilitasi oleh Psikolog. Semoga bermanfaat☺


image source : http://www.nefesh.com.au/wp-content/uploads/2012/11/Arguing.jpg

1 comment:

Blogger Template by Clairvo