Tags

Tepatkah Pemberian Hukuman Fisik untuk Anak?




Apakah memberikan hukuman fisik kepada anak (misalnya memukul dengan tangan ataupun menggunakan alat) dapat memberikan dampak negatif dalam perkembangan anak kita? Jawabannya adalah Ya. Sebagai orang tua, kita juga harus berhati-hati dalam memilih metode pengasuhan anak. Jika kita ingin anak kita merubah perilakunya yang kita anggap buruk atau tidak mengulangi kesalahannya lagi, kita dapat menggunakan cara lain selain memberikan hukuman fisik.

Apakah dampak negatif dari pemberian hukuman fisik kepada anak?
  • ❤ Anak akan menganggap bahwa menyakiti secara fisik merupakan hal yang benar dan tepat untuk dilakukan apabila orang lain melakukan kesalahan dan hal tersebut merupakan penyelesaian masalah yang efektif.
  • ❤ Anak cenderung untuk meniru perilaku orang dewasa terutama orang tuanya. Jika ia melihat orangtuanya menghukum secara fisik (misalnya memukul dengan kemoceng), maka ia pun dapat meniru dan melakukannya kepada teman-temannya karena melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar.
  • ❤ Menurunkan self-esteem (penghargaan diri anak terhadap dirinya sendiri) karena ia merasa dirinya buruk sehingga pantas untuk dihukum oleh orangtuanya sendiri. Self-esteem yang rendah ini dapat semakin menetap dalam diri anak apabila ia lebih banyak mendapatkan hukuman dibandingkan pujian dari orang tuanya. Anak dapat tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri dan tidak yakin akan kemampuannya sendiri.
  • ❤ Hubungan orangtua dengan anak menjadi berjarak secara emosional karena anak merasa tidak disayang atau disukai oleh orangtuanya. Ia juga menjadi takut dan berhati-hati dalam bersikap kepada orangtuanya. Hal ini dapat membuat anak sulit untuk terbuka lagi kepada orangtuanya. Jika anak telah beranjak remaja, ia mungkin akan semakin menarik diri dan menjaga jarak dari orangtuanya.
  • ❤ Anak akan sulit untuk mengambil hikmah atau pembelajaran yang tepat ketika ia merasa ketakutan. Rasa sakit dan sedih dari hukuman fisik yang ia dapatkan membuat anak tidak dapat berpikir dengan optimal. Ia akan lebih terfokus untuk mengatasi emosi-emosi yang ia rasakan pada saat itu.
  • ❤ Anak akan berusaha untuk menghindari hukuman fisik dengan mencoba berbohong atau melakukan sesuatu yang negatif agar kesalahannya tidak diketahui orangtuanya. Jika hal ini ia lihat efektif dalam menghindar dari hukuman, maka sampai ia dewasa ia akan memilih untuk menggunakan caranya tersebut dalam mengatasi permasalahan.
  • ❤ Anak menjadi takut untuk mencoba hal-hal baru karena takut melakukan kesalahan atau kegagalan. Ia dapat tumbuh menjadi anak yang sulit untuk mentolerir suatu kegagalan atau kesalahan, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Padahal kesalahan dan kegagalan merupakan jalan untuk belajar menjadi lebih baik.
Orangtua sebaiknya mengganti atau mencari cara lain dalam mengasuh dan mendidik anaknya agar dampak-dampak negatif di atas tidak terjadi. Orangtua dapat lebih mengedepankan komunikasi dimana mereka dengan anak mencoba untuk mendiskusikan bersama konsekuensi apa yang harus dijalani oleh anak jika ia melakukan kesalahan.

Orangtua juga dapat mengganti hukuman (punishment) dengan hadiah (reward) apabila anak berperilaku baik, karena cara ini terbukti lebih efektif. Apabila orangtua tetap ingin memberikan hukuman, maka jenis hukumannya tidak berupa hukuman fisik melainkan hukuman lain berupa menghilangkan hal-hal yang disenangi oleh anak seperti anak tidak boleh bermain Play Station, anak tidak mendapatkan uang jajan sebesar yang seharusnya, anak tidak boleh bermain keluar rumah selama beberapa hari, atau lain sebagainya.

Bagi anak, orangtua adalah figur pertama dalam hidupnya dimana anak belajar dalam mencontoh suatu perilaku serta belajar membangun komunikasi serta hubungan penuh kasih sayang. Orangtua adalah sosok pelindung bagi anaknya. Apabila figur ini tidak ia rasakan, maka akan mengganggu perkembangan psikologis anak selanjutnya.

Semoga bermanfaat ☺


image source : http://paulocoelhoblog.com/wp-content/uploads/2011/10/5599180.jpg

0 komentar:

Blogger Template by Clairvo