Baru Putus Dengan Pacar ?




Kamu baru saja putus dari pacar dan sulit sekali untuk merelakan dia pergi? Menyesuaikan diri dan menerima bahwa hubungan telah berakhir memang membutuhkan waktu. Kita biasanya dituntut untuk dapat melewati proses yang berisi perasaan sedih atau kecewa dan terkadang mengganggu kehidupan sehari-hari. Apalagi kalau hubungan yang dijalani telah cukup lama dan serius. Namun apabila kita dapat melewati semua itu dengan baik, kita akan menjadi lebih kuat dan mengambil hikmahnya di kemudian hari.
Berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan jika kamu mengalami situasi tersebut :

Menangis
Tidak ada salahnya menangis. Menangis adalah salah satu cara untuk mengekspresikan emosi. Setelah menangis kita dapat merasa lebih lega karena beban emosional telah dikeluarkan melalui tangisan. Menyimpan perasaan negatif di dalam hati justru akan lebih memberatkan diri kita sendiri.
 
Curhat kepada orang terdekat
Kamu bisa curhat menumpahkan segala kesedihan, kemarahan, sakit hati, kekecewaan termasuk juga menangis di depan teman atau keluarga. Dengan memverbalkan apa yang kamu rasakan dapat membuat perasaan kita lebih baik.Selain itu akan membuat kamu tidak merasa sendiri dan kesepian. Orang tersebut juga dapat berbagi pengalaman atau memberikan masukan dari sudut pandang lain yang dapat membantu kita mengatasi patah hati.

Mendengarkan musik
Terutama bagi kamu yang hobi mendengarkan musik, hal itu akan membuat perasaan lebih positif, sekaligus memotivasi untuk dapat melewati patah hati. Lagu yang didengarkan dapat dipilih sesuai selera masing-masing, namun lirik yang temanya sesuai dengan kondisi kamu dan yang dapat mendorong kamu untuk dapat survive dari patah hati tentunya akan lebih membantu. Hindarilah lagu-lagu kenangan kamu dengan dia atau lagu-lagu yang mengingatkan kamu kepada dia.

Hindari menunggu kabar dari dia
Jangan terus-menerus memeriksa HP untuk membaca sms-sms lama kalian, melihat foto-foto atau video kamu dengan dia di masa lalu ataupun menunggu telepon, sms, atau bbm dari dia. Alihkan pikiran dan fokus kepada hal-hal lain agar tidak terus-menerus mengingat dia. Mungkin kamu akan senang ketika dia menghubungi, namun kemudian akan semakin sulit bagi kamu jika berikutnya harus melewati hari-hari tanpa kabar darinya.

 ♡ Jangan "memata-matai" dia melalui jejaring sosial (misalnya facebook, twitter)
Jika mengalami kesulitan untuk melupakan dia, maka "memata-matai" melalui jejaring sosial justru akan membuat rasa ingin tahu kamu tentang dirinya semakin besar. Terkadang kita tergoda untuk mengetahui bagaimana dia menjalani hari-harinya setelah tidak bersama kita lagi, apakah ada orang lain yang dekat dengan dia, atau apakah dia masih memikirkan tentang kita. Rasa ingin tahu itu hanya akan membuat kita sulit untuk melangkah maju dan melepaskan dia. Kamu bisa mem-block dia dari jejaring sosial sementara apabila hal itu dapat membantu atau berbicara baik-baik kepadanya jika kamu ingin men-delete dia dari friends list sampai keadaan netral. Apabila itu memang cara yang dapat membantu, seharusnya kedua belah pihak bersedia untuk menyepakati itu. Membatasi kontak untuk sementara waktu (lewat telepon, sms, bb, twitter, ym dll) juga diperlukan pada masa-masa hubungan baru berakhir sampai kondisi netral.

Menenangkan diri
Jika hubungan yang dijalani telah lama dan serius, biasanya semakin sulit kamu untuk dapat melepaskan hubungan tersebut. Jika hal itu mulai mengganggu konsentrasi dalam belajar atau pekerjaan, mungkin kamu perlu meluangkan waktu beberapa saat untuk menenangkan diri. Menenangkan diri ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk tergantung masing-masing individu. Ada yang lebih memilih untuk pergi travelling ke suatu tempat namun ada juga yang lebih suka menyendiri di kamar. Menenangkan diri berarti mengistirahatkan pikiran kita dari berbagai hal yang dapat membuat kita stres dan memberikan diri kita waktu untuk mengelola perasaan-perasaan kita sendiri (Me Time). Setelah menenangkan diri diharapkan kita akan dapat berpikir lebih jernih.

♡ Mencari aktivitas di luar rumah bersama teman-teman atau keluarga
Menenangkan diri sementara waktu di dalam kamar seorang diri dapat membantu, namun apabila terlalu lama maka akan menghambat kita juga untuk melanjutkan dan menikmati hidup. Ada baiknya kita juga mencoba mencari aktivitas lain untuk mengalihkan perhatian dan mengingatkan bahwa masih banyak hal-hal lain dan orang-orang lain di sekitar kita yang yang dapat membuat kita kembali bahagia dan merubah suasana hati menjadi lebih baik. Mencoba fokus kepada pekerjaan yang sedang dilakukan juga dapat membantu mengalihkan pemikiran tentang dia.

Menganalisis hubungan
Kamu bisa mencoba menganalisis hubungan dan mengingat kembali bahwa berakhirnya hubungan pasti karena alasan tertentu. Cobalah kembali mengingat resiko yang akan muncul apabila kamu kembali bersama dengan dia. Terkadang kita tergoda untuk kembali kepada pasangan dan lupa bahwa di dalam hubungan tersebut akan muncul permasalahan yang sama. Apakah kamu siap dan telah menemukan solusinya? Jika yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan adalah pasangan kamu, berarti hal itu menunjukkan bahwa ia tidak bahagia dengan hubungan yang ada. Jika kamu memang mencintai dia, berarti kamu harus ikhlas untuk melepaskan dia demi kebahagiaan dirinya maupun kamu sendiri.

 ♡ Rekonsiliasi
Jika memang kedua belah pihak ingin melakukan usaha rekonsiliasi untuk membicarakan hubungan dan mencari jalan keluar agar dapat bersama kembali, maka hal tersebut boleh saja dilakukan. Tetapi rekonsiliasi harus dilakukan dengan kepala jernih dan komunikasi yang dewasa, bukan hanya emosi sesaat. Jika ternyata hasilnya tidak memuaskan atau keadaan tidak menjadi lebih baik setelah dicoba kembali bersama maka mungkin memang sudah waktunya untuk harus menerima bahwa hubungan telah berakhir.

 ♡ Cintai dirimu sendiri
Apabila hubungan tersebut membuat kamu terluka atau apabila pasangan kamu tidak ingin untuk melanjutkan hubungan bersama kamu, bukan berarti bahwa tidak akan ada orang lain yang mencintai kamu selain dirinya. Jangan membiarkan diri kamu tetap larut dalam hubungan yang sudah tidak sehat atau tidak membahagiakan. Tunjukkanlah bahwa kamu bisa tetap bahagia dan tidak bergantung kepada orang lain untuk dapat merasa bahagia. Ingatlah bahwa sebelum ia datang ke kehidupan kamu, kamu pun telah dapat menjalani kehidupan dengan normal dan bahagia tanpa dirinya.

Berpikir positif
Tetaplah berpikir positif bahwa kejadian tersebut akan membuat kamu lebih kuat menghadapi permasalahan  yang ada dalam hidup ini dan belajar lebih baik dalam menjalin hubungan di lain waktu. Ingatlah juga bahwa berakhirnya hubungan bukan berarti akhir dari segalanya. Jika kita ingin mengambil hikmahnya, sebenarnya banyak pembelajaran yang didapat dari hubungan yang tidak berlanjut dengan mantan yaitu kita belajar mengenal diri kita sendiri dan belajar mengenai suatu hubungan. Yakinlah bahwa suatu saat nanti kamu akan menemukan pasangan yang lebih tepat untuk kamu.

Semoga bermanfaat ☺


image source : http://mainartery.files.wordpress.com/2011/02/broken-heart.jpg

0 komentar:

Blogger Template by Clairvo