Apakah ‘Cinta’?

Cinta dapat dimengerti dengan menguraikannya menjadi tiga komponen yaitu commitment, passion, dan intimacy. Commitment adalah keinginan untuk mempertahankan hubungan. Passion adalah ketertarikan fisik, aktivitas seksual dan gairah dalam menikmati suatu hubungan cinta, sedangkan intimacy adalah suatu perasaan akrab atau dekat serta terikat secara emosional. Ketiga komponen di atas dapat saja hadir dalam suatu cinta, namun ada pula hanya satu atau dua komponen yang membentuk suatu cinta. Kombinasi dari komponen-komponen yang ada dalam suatu cinta menentukan bagaimana individu mencintai pasangannya.

Sternberg menyebutkan dan 7 jenis cinta yang dihasilkan dari kombinasi komponen-kompenen tersebut diantaranya :



Liking adalah hasil dari komponen intimacy saja tanpa passion maupun commitment. Dalam liking ada perasaan dekat, terikat secara emosional, dan adanya kehangatan dalam hubungan namun tanpa gairah yang besar dan komitmen jangka panjang. Hal ini dapat muncul pada dua orang sahabat yang sudah lama bersama-sama.

Sementara itu, apabila hanya komponen passion saja yang ada, maka cinta itu disebut dengan infatuation. Ini adalah jenis cinta pada pandangan pertama atau cinta yang mengandung obsesi dan idealisasi terhadap pasangannya. Ada dua masalah yang biasanya muncul dalam cinta ini, yang pertama adalah individu sebenarnya mencintai seseorang yang diidealkan, bukan yang sesuai dengan kenyataan yang ada. Di masa-masa awal perkenalan, individu biasanya melihat pasangannya sempurna dan tidak menemukan hal buruk. Hal ini menimbulkan kekecewaan ketika kemudian ia menemukan kekurangan dalam diri pasangan dan pasangannya pun merasa tidak diterima dengan apa adanya.

Selanjutnya ada yang disebut sebagai empty love, yaitu jenis cinta yang hanya mengandung commitment. Jenis cinta ini dihasilkan oleh individu yang memutuskan untuk menjalin hubungan walaupun tidak ada passion dan intimacy. Biasanya jenis cinta ini hadir pada hubungan yang dilakukan atas dasar perjodohan dan hubungan yang berlandaskan rasa tanggung jawab atau hutang budi terhadap orang lain. Sekalipun demikian, hubungan cinta seperti ini dapat saja menjadi awal berkembangnya komponen cinta yang lain yakni intimacy dan passion.

Pada romantic love, terdapat kombinasi antara intimacy dan passion. Individu dekat secara fisik dan emosional dengan pasangan tetapi mengabaikan komitmen. Sementara jika komponen intimacy dan commitment yang membentuk cinta, perpaduan tersebut akan menghasilkan companionate love. Biasanya jenis cinta ini dialami oleh pasangan yang telah menikah dalam waktu yang lama dimana ketertarikan fisik (passion) sudah berkurang.

Dalam fatuous love, komponen yang ada adalah passion dan commitment, dimana cinta berkembang dalam waktu singkat setelah adanya suatu ketertarikan fisik satu sama lain dan segera dilanjutkan dengan komitmen tanpa terlebih dahulu ada kesempatan untuk mengembangkan intimacy lebih jauh. Cinta ini dapat terjadi pada pasangan yang berhubungan jarak jauh setelah menikah karena pekerjaan, sementara waktu untuk bersama sangat terbatas.

Terakhir yaitu cinta yang diisi oleh ketiga komponen cinta yang disebut sebagai consummate love. Jenis cinta inilah yang disebut sebagai ‘cinta yang lengkap’. Inilah jenis cinta yang selama ini diinginkan dan diusahakan oleh banyak orang namun tidak mudah untuk membangunnya serta mempertahankannya pun juga sulit. Dibutuhkan kerjasama dari kedua belah pihak untuk dapat mewujudkannya.

Semoga bermanfaat ☺


image source : http://2.bp.blogspot.com/-Ra2l8hOGqHo/TzFerdY5JTI/AAAAAAAAErA/LN883vWzgPo/s1600/images.jpg

0 komentar:

Blogger Template by Clairvo