Mengenal HIV & AIDS


Tahukah kalian bahwa HIV&AIDS sangat dekat dengan kehidupan kita semua?

Hingga akhir 2010, tercatat sebanyak 34 juta orang di dunia hidup dengan HIV. Di Indonesia sendiri, yang terdata hingga Maret 2012 baru 82.870 kasus HIV dan 30.430 kasus AIDS. Apakah jumlah ini telah cukup mengkhawatirkan? Ya, sebab perlu kita ingat bahwa fenomena HIV sebenarnya sama seperti gunung es, dimana yang tercatat oleh data sebenarnya hanya sebagian kecil dari realita yang ada. Masih banyak orang-orang yang terinfeksi HIV yang tidak tercatat oleh data.

Apakah kita berpotensi menjadi salah satu dari orang yang tidak terdata tersebut? Ya, jika kita tidak mencari tahu informasi yang tepat mengenai HIV. Jumlah ini akan semakin banyak apabila kita hanya dapat memberikan stigma dan diskriminasi tanpa mencoba memahami apa itu HIV&AIDS.


Apa itu HIV?
HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, artinya adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

Apa itu AIDS?
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrom, artinya adalah kondisi dimana beberapa gejala penyakit muncul sebagai akibat dari semakin menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang.

Apakah HIV berbeda dengan AIDS?
Ya. Seseorang yang telah terinfeksi HIV namun belum sampai pada tahap AIDS dapat saja terlihat sehat dan bugar karena sistem kekebalan tubuhnya masih dapat mengatasi serangan dari HIV. Namun apabila sistem kekebalan tubuh orang tersebut telah rusak parah, maka pada saat itulah seseorang dinyatakan telah berada pada tahap AIDS. Ketika seseorang telah memasuki tahap AIDS, tubuhnya menjadi rentan akan berbagai gejala penyakit ringan maupun serius (disebut dengan infeksi oportunistik) yang akhirnya dapat menyebabkan kematian. Infeksi oportunistik yang paling sering muncul diantaranya adalah TBC, pneumonia, kanker kulit, meningitis, dan herpes.

Bagaimanakah HIV menular?
HIV menular ketika seseorang terkena cairan tubuh orang lain yang telah terinfeksi HIV. Cairan yang menularkan tersebut adalah darah, cairan luka/nanah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu. Cairan tersebut ditularkan melalui hal-hal berikut:
  • Kegiatan seksual (vaginal, anal, dan oral) yang tidak aman dengan orang yang terinfeksi HIV
  • Mendapatkan transfusi darah dari orang yang terinfeksi HIV
  • Berbagi jarum suntik/spuit dengan orang yang terinfeksi HIV
  • Penularan dari ibu yang telah terinfeksi HIV ke anaknya pada saat kehamilan (melalui plasenta), persalinan (terpapar darah ibu), dan pada saat menyusui melalui ASI.

Mitos yang salah mengenai penularan HIV
Banyak mitos yang berkembang di masyarakat mengenai bagaimana HIV menular. Tetapi sebenarnya HIV tidak ditularkan melalui hal-hal di bawah ini:
  • Hidup serumah dengan orang yang terinfeksi HIV
  • Berciuman (kecuali ada luka terbuka di mulut kedua belah pihak)
  • Bersentuhan (berpelukan dan berjabat tangan)
  • Berbagi makanan atau peralatan makan
  • Gigitan nyamuk
  • Kolam renang atau fasilitas mandi bersama
  • Bersin/batuk
  • Keringat, ludah, air mata
  • Urine/tinja

Semoga kita mendapatkan manfaat dari informasi dasar di atas dan memiliki kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain untuk menyampaikan informasi tersebut kepada lingkungan kita.☺


image source : http://3.bp.blogspot.com/_gQhqfarOAlQ/S5WZg-iIKgI/AAAAAAAAADE/fn_rYcJFZZs/s320/red-ribbon-aids.jpg

0 komentar:

Blogger Template by Clairvo