Gangguan Skizofrenia




Anda pasti pernah menemukan orang di pinggir jalan dengan mengenakan pakaian compang-camping, bertelanjang tanpa merasa malu, badan dan penampilan tidak terawat, dan kita biasa menyebutnya sebagai 'orang gila'. Orang tersebut sebenarnya adalah penderita gangguan skizofrenia. Tetapi penderita gangguan skizofrenia dapat saja merupakan orang yang berpenampilan bersih dan rapi serta secara kasat mata terlihat seperti orang normal pada umumnya. Semua itu tergantung dari keparahan gangguan yang diderita dan latar belakang dari penderita. Dalam sebuah buku dan film berjudul 'A Beautiful Mind', diceritakan sebuah kisah nyata dari John Nash, seorang matematikawan yang jenius. Meskipun ia harus menjalani perawatan seumur hidup untuk mengobati gangguan skizofrenia yang dideritanya, namun ia masih dapat menjalani kehidupan berkeluarga dan menjadi seorang dosen di universitas ternama.

Apakah Gangguan Skizofrenia itu?
Karakteristik utama dari gangguan skizofrenia adalah adanya pemisahan antara pikiran, emosi, dan perilaku dari penderitanya. Selain itu penderita skizofrenia juga mengalami kegagalan melihat kenyataan. Secara umum, gejala-gejala yang muncul pada penderita skizofrenia adalah sebagai berikut:
  • muncul delusi dan halusinasi. Delusi adalah keyakinan/pemikiran yang salah dan tidak sesuai kenyataan, namun tetap dipertahankan sekalipun dihadapkan pada cukup banyak bukti mengenai pemikirannya yang salah tersebut. Delusi yang biasanya muncul adalah bahwa penderita skizofrenia meyakini dirinya adalah Tuhan, dewa, nabi, atau orang besar dan penting. Sementara halusinasi adalah persepsi panca indera yang tidak sesuai dengan kenyataan. Misalnya penderita tampak berbicara sendiri tetapi ia mempersepsikan ada orang lain yang sedang ia ajak berbicara.
  • kehilangan energi dan minat untuk menjalani aktivitas sehari-hari, bersenang-senang, maupun aktivitas seksual, berbicara hanya sedikit, gagal menjalin hubungan yang dekat dengan orang lain, tidak mampu memikirkan konsekuensi dari tindakannya, menampilkan ekspresi emosi yang datar, atau bahkan ekspresi emosi yang tidak sesuai konteks (misalkan tiba-tiba tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas).
  • menampilkan perilaku tidak terorganisir, misalnya menampilkan pose tubuh yang aneh, pembicaraan yang tidak tertata dengan baik (bicara melompat-lompat dari satu topik ke topik yang lain atau 'tidak nyambung').
Apakah yang Menyebabkan Seseorang Menderita Gangguan Skizofrenia?
Ada banyak teori yang berusaha menjelaskan mengenai penyebab gangguan skizofrenia, seperti sudut pandang genetik yang melihat bahwa skizofrenia terjadi karena komponen genetik yang mewarisi skizofrenia diturunkan dari orang tua, teori keluarga yang menyatakan bahwa skizofrenia dapat terjadi karena kesalahan dalam pola asuh atau disfungsi keluarga, serta teori sosial yang menjelaskan bahwa skizofrenia terjadi karena arus industrialisasi dan urbanisasi yang tinggi. Selain itu ada pula teori lain yang menurut saya paling komprehensif menjelaskan mengenai skizofrenia yaitu model diatesis stres. Model diatesis stres ini mengintegrasikan faktor-faktor terpisah di atas yaitu faktor biologis, psikososial, dan lingkungan sebagai penyebab berkembangnya gangguan skizofrenia. Misalnya seseorang awalnya telah memiliki komponen genetikis yang dapat memicu berkembangnya gangguan skizofrenia atau kepribadian yang ia miliki potensial untuk menumbuhsuburkan gangguan tersebut (misalnya kepribadian yang tidak fleksibel, ambisius, sulit menerima kenyataan, dan lain sebagainya), kemudian di sisi lain ia hidup di lingkungan keluarga yang tidak kondusif. Sehingga ketika terjadi suatu peristiwa traumatik (misalnya kematian orang terdekat atau kegagalan besar dalam hidup), maka dapat memicu orang tersebut untuk mengalami gangguan skizofrenia.

Bagaimanakah Cara Menangani Gangguan Skizofrenia?
Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang parah dan sulit ditangani. Penderita skizofrenia tidak dapat disembuhkan secara total, dalam arti halusinasi dan delusi tidak dapat hilang total, karena tanpa pengobatan yang terus-menerus dan dukungan dari lingkungan, maka gejala-gejala skizofrenia dapat kembali muncul saat individu berada dalam tekanan atau mengalami stres. Intervensi sejak dini merupakan hal yang sangat penting dan bermanfaat dalam penanganan skizofrenia demi mencegah perkembangan gangguan ke arah yang semakin parah. Penanganan gangguan skizofrenia membutuhkan berbagai pendekatan selain dengan obat-obatan, tetapi juga dengan terapi-terapi baik terapi individu, kelompok (difokuskan pada keterampilan sosial, penyelesaian masalah, perubahan pemikiran, dan keterampilan persiapan memasuki dunia kerja), maupun keluarga.
Dalam terapi keluarga, diberikan informasi dan edukasi mengenai skizofrenia dan pengobatannya, selain itu terapi juga diarahkan untuk menghindarkan sikap saling menyalahkan dalam keluarga, meningkatkan komunikasi dan keterampilan pemecahan masalah dalam keluarga, mendorong penderita dan keluarga untuk mengembangkan kontak sosial, dan meningkatkan motivasi penderita skizofrenia dan keluarganya.

Semoga bermanfaat ☺


image source : http://4.bp.blogspot.com/_gQhqfarOAlQ/So8cHrN88UI/AAAAAAAAABs/Ett-XB0qYCE/s320/skizofrenia.jpg

1 comment:

  1. Alhamdulillah saya sudah mendapatkan informasi penting yang saya butuhkan. Terimakasih telah sudi merantau jauh membangun Papua. Doa saya semoga lebih giat lagi menulis dan memberikan yang terbaik untuk kebaikan negeri. Salam

    ReplyDelete

Blogger Template by Clairvo